Kamis, 13 November 2008

PMR_Tanzania


Ni foto waktu latian sama adik2 PMR Tanzania Batumarta 2, tanggal 13 November 2008, kasian banget, baru tanggal 8 november kemaren, mereka menempuh pendidikan dasar PMR sebagai persyaratan untuk menjadi anggota, yang mana pada sesi ini, mereka di uji kemampuan fisik & mentalnya, pada hari kamisnya udah di"siksa" lagi sama volunteer corps yang lebih gila bin saraf!!!

Bravo SMAN2!!!


Kamis, 08 Mei 2008

Study tour Fak. Teknik UTB












" Sebagai syarat menempuh ujian akhir, mahasiswa UTB wajib mengikuti study tour ke Astra Toyota Motor, Jakarta ", kata Mr. Heru winarno, di sela2 kegiatan perkuliahan di ruang meeting Cold Storage Division Plant 1.

Singkatnya, acara yang di maksud terselenggara dengan baik, dari tanggal 27 s/d 29 Maret 08, saya gk bisa menceritakan dgn detail kronologis kegiatan, yang saya inget, mbak susi yang berwajah agak2 "macho", selama di perjalanan selalu di panggil mas, bukan mbak, bahkan diatas kapal pun demikian,,,(hihihihi,,,)

ada wiwin yang setia nungguin hape yang sedang di charge di pos security taman buah mekar sari sama satpam2, sementara kami asik muter2 mekar sari sambil makan buah

ada temen dari instansi lain yang geger mo cari ............... di puncak ( Astaghfirullah, rusak!!!)

ada monri yang tergila2 sama pawang gajah yang " cihuy" dehh ( fotonya ada tuhh,,)

ada temen yang terpesona dan sempat sport jantung saat ketemu badak di taman safari,,,,

ada yang mau pingsan di kamar mandi waktu di puncak, karena gak tahan dingin,,,( jadi pengen maloe,,,)

ada,,,

ada,,,

banyak dehh,,,

selanjutnya, diwakili oleh foto2 berikut wae,,,

Selasa, 25 Maret 2008

Tri_lomba PMR 1, OKU Timur







OKU timur,,,

Kabupaten yang baru terbentuk,,,yang tercipta dari pemecahan kabupaten OKU
layaknya "orang baru", ni kabupaten punya planning & konsep yg "wah" dalam hal pembangunan, termasuk didalamnya pembinaan pemuda yang dirangkum dalam satu wadah, Palang Merah Indonesia,,,

Action perdana dari Kabupaten ini adalah dengan mengikuti perlombaan PMR tingkat daerah yang diselenggarakan di Bumi perkemahan Cambai, Prabumulih, sedangkan action yang ke_2, mengadakan Tri Lomba PMR_1 di ibukota mereka, Martapura,,,

Saya tidak dapat hadir full time dalam acara tersebut, karena saya hanya memiliki waktu luang selama 2 hari, tanggal 20 s/d 21 maret, maka dengan mengucap " Bismillahhirrahman nirrakhim", saya berangkat dari Tulang Bawang, Lampung, menuju martapura, OKU Timur,,,

Info terakhir yang saya dengar, keluar sebagai Juara umum, adalah SMU N 2 martapura ( selamat yaa,,,), sedangkan sekolah unggulan saya, SMU N 3 unggul & SMU 1 madang suku III, gagal merebut trophy kebanggaan tersebut, tapi gak papa, kalian adik2ku sudah menampilkan yang terbaik, mungkin di event yang lebih bergengsi, kalian dapat membuktikan, bahwa kalian layak menyandang gelar kehormatan tersebut,,,

Ingat 3 c =

Cari bisa
Cari dapat
Cari tahu







































































Selasa, 04 Maret 2008

tentang seseorang, zahara, & kota gajah)



Untukmu zahara,,,




Sebuah puisi kutulis patah~patah diatas kaca benggala tentang cinta yang hilang, sepotong rasa kutemukan tak berdetak diatas ranjang perselingkuhan
Terkapar sendiri mengeja akhir perjalanan jam pasir yang mendesak ujung ajalnya, tak disentuhnya lagi seraut kehangatan, tak lagi berbagi debur hati
Selapas menerbangkan layang~layang mimpi menuju negeri para pemuja kasih, sepotong rasa mengabur di gagap janji sehidup semati
Sebuah puisi kubunuh pada suatu senja yang memerah dikamar lembab seorang pencuri belahan hati, sebilah pena sembilu telah kutempa dalam tungku pengasihan berbara tulang belulang para pengumbar keberhalaan adam hawa, kujerang kepalsuan aksara dibentangan kain kafan hitam, inilah akhir riwayat dunia kata, dimana suara mengkhianati rasa
Pujangga berkalung huruf~huruf patah dan petuah sungsang makna
Sebuah puisi kulempar ketengah belantara aksara, berburu pena pusaka bertinta darah ksatria yang pernah menggoreskan sejarah kemerdekaan hamba sahaya demi janji taman surga abadi, menyalang lafal~lafal syahid, merelakan hatinya dirajah kalimat~kalimat penyuci benak risik
ah, sampai ke kelokan mana labirin waktu ini menjerumuskan laku buta kebenaran, membebaskan laknat amanat dari lingkar mataku yang menghitam oleh keangkuhan, limbah kecurangan dan sampah keculasan

sebuah puisi kunikahi menjelang surup matahari dengan mahar sekepal kunang~kunang yang diredup sayapnya telah tertatah rukun rukun bercinta dari kitab kuning seorang pertapa bukit zaitun veteran petualang cinta bertasbih atas nama kemahabebalan sebuah sumpah : pernikahan adalah ritual sakral, risihnya kesendirian, segenap kegagapan mengarak pengantinku kepelaminan lelangit bertabur remahan mantra pengekal tawanya lara dan syahdunya duka dalam bungkaman sajak penyesalan liarnya malam pertama

sebuah puisi kubangun dari puing~puing menara seorang puteri pemimpi serupa kastil prasejarah peninggalan raja pengabdi berhala, meregang diantara belukar ketaqwaan pada luhungnya roh leluhur, sebelumpupur bulan menyerpih perih diranjang langit memerah, selembar lontar kering bertuliskan jampi~jampi penyuci kularung ke surut laut nganga
semoga,,,
segala gelagat kesetiaan yang semu hanyut bersama penyesalan jiwa yang jemu




adiwarna, jenjang desember 04




ZAHARA



serupa pilar,kesunyianku,,,
bertumpu tanah,
jejak kupahat diam-diam
pada lembab tualang
karna sinar urung benderang
dan aku terkurung carang,duri hati sendiri

zahara,masihkah tanahmu terasa basah
saat mata kemarau dan seluruh jazirah gumamkan rindu pada darah
adakah sangkal,saat sebutir nafsu palsu pada ilham ???

pada daun,
aku berguru
guratnya kutoreh dibahu dan langkah,
tapi racun berbiak biak dipikiran
jiwaku terpasung atas namamu
dan kugali kubur sementaraku
sekeji pencuri
membongkar lahat
untuk satu kafan ~ membungkus do’a ~ do’a yang panjang
tapi hitam,
dalam kutukan

ada rencana diawal waktu,
sebelum segala tumbal itu membatu
ada desir kelewat biru;sebelum getir kekal dipintu,

ada sejarah,deraskan darah dan nanah,,,
saat perempuan lebih berjiwa,degup sangsi pada trah sendiri
ada harga;tak terpahami,dari letup bara
tersimpan diam;sebelum sebuah ledakan titahkan kumandang

di arus sadar,kusembah nirwana
aku terbang lebihi mimpi,kuasaku pada asa api,
membubung lebih curam dari birahi
dalam waktu, kubangun pilar kesunyianku, sekeramat siguntang mahameru
dipulau kekinianku
yang terkucil,,,
Mei, 28 05







Disatu sudut kota gajah,,,



kuhantar puja paling bertuah, saat redup membayang diwajahmu
labuh kutubuhkan dipembuluh serupa air di suling,rohku mewarnai udara yang pernah kau hirup



dan asa,,,
meski tinggal sisa sisa

kuberkabung atasmu dengan perayaan terakbar
dari segenap ritus ;agar altar itu
terbasuh dari segala belasungkawa
bunga itu tetap mekar
dan tak pernah layu kedasar
walau tak disebar,,,

zahara,,,
dalam dupa,kukenang bening air mata
supaya kerling dunia tak berpaling duka
supaya kau bisa berakhir dengan purna bersemayam
dengan piyama kebesaran
setenang tidur panjang sang bayi
dan bayang bayangmu terus bertarung bersama waktu,,







Kekinian terkucil




kesementaraan terlalu jantan;dan aku tak bisa mendulang dari liang waktuku
sendiri,terhalang beribu jejalan ibu,surga muasalku
zahara,,,
haruskah pada lahat aku berkiblat
serupa belatung ,gelap
juga kembang rampai disebar dalam gempita do’a
haruskah aku hunuskan ritus pembius
agar arus sadarku bangkit dan aku diutus bak Panglima
dibukit,saat kegelapan serupa angsa yang ditikam pemburu dibibir telaga

ah,,,tak jua kukenal waktu;luruskan gasing
dikepalaku berpusing,tak jua kukenal buku yang terhampar di kekinianku
karna hurufnya lebih dulu luruh
ke ruh dan kalbu

pada mula,kusekat jeda
serupa orang asing ditanah tak berjejak
pada jiwaku,kusembah raga
serupa penggali kubur sendiri, kaburkan kenang pada mimpi;letupkan api
dipuncak kesadaran dan aku bernyali zahara,,,meski khayali

demi waktu yang melangsir langsir
digelap tabir
kubuhulkan rindu dan pembuluh,meski fana telanjang
lebih indah dari pelacur diranjang
dengan bunga2nya yang gugur disepanjang jalan

dalam jalangku
kulihat sepasang mata kekinian
kutangkap satu keabadian dipandangnya yang rabun
meski aku luruh ke tiadaan,,,,




fpd, awal juni 05





Episod masa lalu



(andai tiap bayi berhak memilih,,,)



Dulu,,,ia ibu dari segala kekasih,
Dari laut,mengadu surut,ke sungai sungai yang beranak
Pada tubuhnya yang berbau gambut,lalu malam bertandang
Menyelinap di senyap yang gagap
Mendengkur seperti debur seperti suara mesin-mesin lembur
Gelap juga adalah nasib
Serupa senja yang kasip dan berulang,terus berulang,,,


Kalian tahu ???
Didaun pinus yang patah sebelah
Ia rebah bagai pelepah kalah,menanti musim berbenah
Menunggu debu bersayap
Untuk cinta itulah ia mengalah
Mencubit kulit
Mencintai rasa sakit
Bahkan sesekali ia dibantai
Agar peluh berderai
Tapi tak sesedap saat tersesat
Dalam dekap,dalam rumah adat yang tak bertingkap
Sebuah keluarga,ia duga
Telah ranab asal usulnya
AKULAH MELAYU,,, !!! AKULAH MELAYU ,,, !!!
Dan mereka terus berseru
Dari balik tiang tiang surau,
Dari perahu perahu tak berhulu
Sesemak tanah tanah mati
Mereka lalu berkerumun
Sibuk membatas luas bebas
Sesibuk para perawan yang lupa cara bertanak
Aduhai,kampung tempurung,,
Kota kota melepas gapai,
Menjulurkan tikai
Dan dibelakang mereka dayung terapung
Diatas bangkai sungai
( dengan apa lagi membunuh musuh jika yang tersisa cuma keluh sebab terlalu lama berlabuh sampai lupa
cara berkayuh,,, ??? )

Tapi untuk cinta itulah,ia melukis sejarah,mirip rajah yang terserak
Ia bingkai dari retak
Segalanya menjelma baru
Seperti potret perawan belia yang tersipu
Duh,seluruh mata menjelma jadi badik
Membidik dari bilik bilik
Siapakah yang tahan pada godaan ? ( yang haram untuk dilarang )
Maka ia limbung,menakik tubuhnya diatas bumbung
AKU INGIN MENJADI PATUNG,,,
Tapi hujan telah hinggap diatas atap
Manjaring tubuhnya yang leleh seperti plastik dalam api,,
Seperti sunyi yang pasti,,
begitu pula subuh,fajar yang kadang ia kenang sebagai wanita dambaannya yang datang bertandang,,
Rindu itu,,, ” SAKIT YA MAS ??? ”
Ah,,,tak ada untungnya aku aku berharap pada petang,,,

kalian tahu ???
Didaun pinus yang patah sebelah,ia pernah meninggalkan petuah,,,
Pedas lada hingga ke mulut,
Pedas kata menjemput maut
Tapi tumpah,lalu tembus ketanah
Rupanya kita memang ditetak belati janji,
Berburu suku,
Menjajah ras,,,
Bahwa Tuhan telah malas menghitung yang retas,dari hati kita yang tak berbelas
Dan kini ia sendiri bersimpuh dipasir asin
Menyeduh yaasin dan qulhu yang tumbuh diretak bibirnya
Berkali kali berbunga
Kelopak yang kelak renta
Tapi dari belakang punggung,sorak2 itu kembali menggema
Apalah daya luka dibadan
Yang condong kan rebah jua
Yang hinggap kan susah jua,,
Sungai tak sampai2 kemuara
Memanjat tak sampai2 kepucuk
Aduhai,zahara,,,
Impian ini melepas gapai
Menjulurkan tikai

kalian tahu,didaun pinus yang patah sebelah ia kembali belajar dengan tangannya yang gemetar
Sungguh,ia begitu paham hangatnya sebuah pertemuan,
Meski ia tak mampu melupakan perihnya sebuah perpisahan,,,
Jauh2 hari ia menghindar dari lingkar cahaya
Dari tangkap perangkap dekap
Sebab sembab dimatanya adalah tanda derita lama
Yang lekat serupa barut luka
Tapi kadang ia bertandang kehati yang tak pernah ia impikan
Setelahnya,ia raib bersama maghrib,,,membekaskan aib,,
Dan itu dijelmakannya sebagai sisa puisi basi,,,
Tapi untuk cinta itulah,ia memeram benih kisah
Sungguh,inilah saatnya menjilati amis dosa

Kalian tahu,didaun pinus yang patah sebelah,
Ia kini bukan ibu dari segala kekasih
Yang mengadu dari laut
Hanya deru angin lembubu
Lihatlah,tangannya yang berderak,,,
Memukul2 tempurung
Mencoba mendobrak angkuhnya dinding hati,,,


Senja,mungkin sudah gugur,,,
Dan hijau menapak dikejauhan
Biru menguap
Malam merayap
Lalu kita bertatap
Berhitung tentang isyarat Apa yang teringinkan,saat lampu2 mulai dinyalakan ???
Mungkin saja tak ada,,,
Sungguh,kita telah tahu
Sebentar lagi gelap meluputkan bayangan
Kuhanyutkan kenangan lewat bulan yang berpendar ditepian
Antara daun yang akan menerbangkan wajahmu
Dibuih,
Pecah tubuhku,,,

FPD, awal sept 05







Mayat yang pulang



"adakah duka ngalir pada airmata
saat angin sembur bau bangkai
mayat yang pulang,,,
dan ketuk pintu
” Mas??? "
malam bakar suara, erangan
seribu sajadah berarak lewat tetes air
dalam mimpi ngukir luka
seribu sihir dengan tubuh
berkubang darah
dari denting gerimis
aku saksikan jalan-jalan mekar
nggergaji setiap puisi, tubuh
terpenggal dan menjalar jadi aksara-aksara
mursal bergerak di antara sakral
matahari seperti topan, tahun-tahun
kembali meledak sekaligus diam
mematung-pancari pusara-pusara panjang
berlumut dengan ilalang ditumbuhi nafsu
"adakah duka?"
mungkin api
berdentam dengan janggut putih
meremas nafas bayi-bayi yang tumbuh
dan mati dengan derap
para pencuri kitab; sang keris
pukul-patahkan kaki pengelana
di padang paling gelap
rumput-rumput meranggas
tanah-tanah meluncur dari kuncup payudara
gunung berapi yang hunjam gung dan gaung
lalu kampung
menghisap gagap-gelagap irama asap
dan segala
lenyap-melesap di batas
batang-batang padi dan aku
gasak-santap penuh gegap
"mayat yang pulang, bertandang,,
ketuk pintu
” Mas fier ??? "



jenjang januari 06




















Senin, 25 Februari 2008

perjalanan_si bolang

sahabatku,,,
sebangsa tanah dan sebangsa air,,,
cuti adalah kata " paling ditunggu2", tak ada yang lebih membahagiakan bagi saya yang bekerja jauh dari orang tua, sekedar mengais rizki di tanah perantauan, demi sesuap nasi dan sebatang rokok, selain kembali pulang ke kampung halaman, bertemu, bertatap muka, bersilaturrahmi dengan keluarga, dan tentu saja, adik2 & sahabat2 sejati yang pernah saya miliki,,,

saya berusaha untuk mengabadikan setiap perjalanan yang saya tempuh selama masa cuti saya, sekadar pelepas kangen pada sahabat2&adik2 yang selalu saya rindukan,,,

I miss u all...



aku & waat di danau ranau

Liburan sekeluarga

Neng pinggir tambak

gunung raya, banding agung


Didin, detik2 menjelang berakhirnya
masa bujang :D


Waat, aku & doni, PMR SMU2




rumah adat aceh


Sunset at infra


Masjid Baiturrahman, NAD
















































`























































































































































































































































demo tandu darurat tutup mata




Ciamo!!!

waktu kami berkesempatan hadir di bumi perkemahan cambai, prabumulih, kami di daulat untuk memperagakan pembuatan tandu darurat tutup mata, ide ini buah karya kak nusyirwan, pelatih PMI Palembang yang dengan semangat 45, tak henti2nya membujuk kami untuk tampil memperagakan pembuatan tandu darurat, "tutup mata" pada acara simulasi penanggulangan bencana, belum lagi kami mendapat jawaban yang halus untuk menolak planning itu, kak rere memperparah keadaan dengan ikut ngomporin kami, ujung2nya, gk enak dengan makhluk2 yang telah merekomendasikan kami, akhirnya kami sepakat untuk "berpartisipasi" dalam acara ini, sebenernya, nie bukan hal asing lagi bagi kami, tapi, yg membuat agak nervous, yaitu dengan hadirnya Bapak Mari`e muhammad, ketua umum PMI, bapak Gubernur Sumsel ( diwakili ternyata), dan seluruh Bupati yang ada di propinsi Sumsel(gimana gk pucet???)

Akhirnya, dengan perjuangan berat, latihan intensif, tangan lecet, nafas tersengal2, (maklum, perokok) & sakit pinggang serta "malu" karena diliatin ama ratusan manusia yang hadir, selesailah tugas yang di bebankan ke pundak kami, dengan status, SUKSES!!! :D
ada 1 moment yang saya ingat dengan baik, waktu ujicoba kekuatan tandu yang kami buat, ternyata bambu yang kami pakai masih muda, jadi sewaktu saya tidur diatasnya, dan waat menahan beban tubuh saya, bambu tersebut patah, sehingga saya terjatuh, sempat tengsin seh, tapi ternyata para penonton bukan berseru ",,,huuu", malah tepuk tangan, hehehe ( mungkin mereka pikir, kami terlalu kuat, ampe bambu bisa patah, hahaha? )
PMR OKU???
JAYA!!!